Cara Menanam Porang dan Merawatnya

Porang seperti yang kita ketahui memiliki banyak sekali manfaat dan menjadi pilihan tanaman utama didaerah dataran tinggi yang hanya mendapatkan irigasi hujan.

Menanam porang sangat mudah dilakukan yang anda butuhkan hanya lahan dan bibit, bahkan jika anda melempar dengan tutup mata saja bibit porang akan tumbuh. Namun, untuk menjadi petani porang dengan hasil tanam yang melimpah maka hasil baik akan didapat dari menanam dengan cara baik.
Waktu Menanam Porang
Hal yang perlu diketahui sebelum menanam porang adalah waktu menanam porang, porang ditanam 1 atau 2 bulan sebelum musim hujan. Jika musim hujan jatuh pada bulan september maka penanaman porang bisa dilakuan dibulan juli atau agustus. Artinya menanam porang dilakukan dimusim kemarau atau akhir musim kemarau.

Tempat Menanam Porang
Porang dapat ditanam di dataran rendah dan sangat baik ditanam didataran tinggi, tanpa memilih jenis tanah porang dapat ditanam di tanah subur hingha berbatu.

Perlu diingat jika menanam porang didataran rendah, jangan sampai terus terendam air atau perlu dibuatkan sekat gundukan antara gundukan lainnya lebih tinggi agau lebih dalam. Khawatirnya, adanya genangan air dapat merusak umbi atau mempercepat penunasan pada umbi sebelum waktu panen. Itu berarti juga, harus cepat dipanen jika memang sudah waktunya, jangan telat.

Langkah-langkah menanam porang
  1. Sediakan Lahan, lahan sebelumnya di gemburkan dengan traktor atau dicangkul rata. 
  2. Membuat gundukan dengan jarak gundukan satu dengan yang lainnya sejauh 1 meter.
  3. Penyiapan Katal atau umbi kecil, jika anda sudah memiliki penyimpanan umbi ada bisa dahulukan menanam umbi yang sudah terlihat bakal tunasnya. 
  4. Menyiapkan pupok Kompos yang biasa berasal dari kotoran kambing atau sapi yang sudah dipermentasi atau masih mentah tapi sudah di hancurkan rata dengan bahan lain.
  5. Umbi atau katak Porang ditanam, dengan jarak 25cm-30cm ini sdalah jarak yang paling optimal. Dengan jarak ke samping atau gundukan yaitu 1 meter. (0,25m × 1 m). 




  6. Timbun ubi dengan tanah gundukan, tidak terlalu tebal cukup tapi sempurna hingga umbi tidak terlihat (lapisan utama). 


  7. Letakkan pupuk kompos diatas umbi atau diatas timbunan umbi yang pertama.
  8. Timbun kembali dengan tanah diatasnya secara merata. Sehingga membentuk 4 lapisan, yaitu: Umbi/katak, tanah, Kompos dan kemudian tanah lagi.
  9. Seleseai.
Setelah melakukan penanam seperti diatas maka umbi/katak akan tumbuh ketika datang musim hujan.

Perawatan tanaman porang
Tanaman porang seperti yang kami bilang diawal tanpa dirawatpun pirang bisa tumbuh hidup dengan baik, tapi untul mendapatlan hasil yang baik tentu harus mendapatkan perawatan yang baik.

Cara merawat tanaman porang:
  1. Pemberian pupuk, pemberian pupuk kedua yaitu setelah tumbuh dapat dilakukan ketika porang sudah keluar tumbuh namun masih dalam bentuk kuncup atau belum berdaun. Pupuk yang dapat diberikan bisa pupuk organik untuk mendapatkan hasil sehat yang baik, atau juga dapat diberikan pupuk kimia. Untuk pupuk kimia, dapat di letakkan sekitar 1/2-1 jengkal tanaman porang.
  2. Penggemburan, seperti tanaman berisi atau berumbi dalam tanah lainnya. Penggemburan tanah perlu dilakulan jika tanah terlalu padat, hal ini dapat meperbesar dan memperbanyak umbi porang.
  3. Anda Dapat melakulan pemupukan kedua atau ketiga terserah anda.
Pemananenan Porang
Porang dapat dipanen ketika batang sudah menguning dan rebah. Untuk pengambilan katakpun demikian yaitu ketika batang rebah dan katak copot sendiri atau hanya di sentuh sedikit dan terlepas.

Alasan pengambilan katak seperti ini adalah untuk mendapatkan katak dengan kematangan dan kesiapan tanam yang baik. Selain itu, pengambilan katak ditanaman yang masih belum siap panen akan menyebabkan luka pada batang yang mungkin bisa berpotensi pada kualitas umbi.

Namun, ada beberapa petani porang yang menyabut katak sebelum terlepas atau waktu panen, mereka menanamnya dan tumbuh dengan baik.

Jika punya eksperimen sendiri tentang porang dengan hasil dan cara lebih baik mohon untuk berbagi dikolom komentar. 

Posting Komentar