10 Alasan Hutan Menjadi Sumber Ketahanan Pangan Masa Depan

Hi Farmers! Bicara tentang hutan bicara tentang alam yang penuh dengan tumbuhan dan hewan liar, bagi saya peribadi hutan adalah rumah saya, hutan menyediakan aneka buah secara gratis, hewan liar yang dapat diburu dan berbagai manfaat tidak langsung lainnya.

Ditempat kami, berbagai macam buah tumbuhan yang dapat kami ambil yang mungkin tidak ada siluar sana seperti buah kesambi, kates dan banyak lagi yang menjadi makanan buruan kami ketika kecil dulu hingga sekarang.

Hutan yang identik dengan pepohonan dan berbagai keanekaragaman hayati berkumpul didalamnya, menjadi bentang dan habitat terakhir bagi sebagian besar flora dan fauna yang pada akhirnya merupakan aset berharga bagi manusia.

Para petani atau pihak yang berwenang kebanyakan memandang bahwa segalanya adalah tentang lahan terbuka yang secara tekhnis menganggap sebagai sumber pangan dapat ditanami dan menghasilkan bahan makanan. Sering diabaikan bahwa secara teoritis hutan memiliki peran penting dalam semua ketahanan pangan, baik secara langsung ataupun tak langsung, seperti:
  • Hutan berperan langsung tempat bercocok tanam
  • Hutan menyimpan cadangan air
  • Hutan sebagai kontrol suhu bumi
  • Hutan Menstabilkan, mempertahankan dan memulihkan Produksi agrikultur.
  • Hutan menjaga rantai makanan dan keberlangsungan pertanian
  • Secara tidak langsung hutan membantu mengembangkan proses pertanian
  • Hutan Menyumbang makanan secara langsung.
  • Hutan dan pohon berkontribusi sebagai ketahanan pangan melalui kontribusi terhadap diet dan nutrisi.
  • Hutan berkontribusi pada pakan ternak & jelajah
  • Hutan dan Pohon sebagi penyedia bahan bakar

Lalu bagaimana kita dapat mengerti peranan hutan tersebut sebagai ketahanan pangan? Berikut idnfarmers.com mengulasnya dengan fakta secara tekhnikal ataupun teorikal

1. Hutan berperan langsung tempat bercocok tanam
Menanam padi disela-sela pohon didesa Banyu urip lombok barat-gerung


Menurut Kemenhut (2010), pada tahun 2008 kawasan hutan yang telah berkontribusi dalam penyediaan pangan nasional lebih dari 312.000 Ha dengan produksi pangan lebih dari 932.000 ton
setara pangan dari jenis-jenis padi, jagung dan kedelai.
Menanam padi dilerang gunung hutan didesa Banyu urip lombok barat-gerung
Suhardi at al (2002) menyatakan bahwa sedikitnya dari hutan terdapat 77 jenis bahan pangan sumber karbohidrat, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis biji-bijian dan buah-buahan, 288 jenis sayur-sayuran, 110 jenis rempah- rempah dan bumbu-bumbuan, 75 jenis minyak dan lemak, 40 jenis mahan minuman serta 1.260 jenis tanaman obat. Hal ini menunjukkan bahwa hutan memiliki potensi yang besar dalam memberikan kontribusi penyediaan pangan bagi masyarakat.

2. Hutan menyimpan cadangan air
Mata air Banyu urip lombok barat-gerung
Ini mungkin yang paling mudah untuk kita mengerti, bagaimana peran hutan dengan banyaknya jumlah pepohonan me jadikan hutan sebagai penyimpan alam utama yang menyinpan jumlah air.

Jangam berpikir bahwa waduk, danau, sungai, sumur adalah aset penting menyimpan air, semua itu adalah system tampung atau semacam distributor air yang dapat tampung sementara sebelum di distribusi ke lahan terbuka.

3. Hutan sebagai kontrol suhu bumi
Kita takjub pada pertanian modern dengan sistem ruang terkontrol atau yang disebut rumah kaca, dimana sistem kondisi lingkungan baik dapat diciptakan tapi kita mengabaikan kondisi lingkungan global dimana hutanlah yang berperan baik bagi pertanian ataupun mahluk hidup didalamnya.

Ketika perubahan iklim mulai berlaku, komunitas pedesaan akan menjadi semakin rentan terhadap kegagalan panen yang disebabkan oleh gangguan untuk pola cuaca yang sudah dikenal dan pergeseran distribusi tanaman penyakit dan hama, yang pada gilirannya akan berdampak negatif pada keamanan pangan mereka. Hutan yang sehat dapat membantu melindungi dampak peristiwa cuaca ekstrim, yang frekuensi dan tingkat keparahannya diperkirakan akan meningkat dengan pemanasan global. Hutan juga penting saat karbon tenggelam, menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya di pohon dan tanah. Deforestasi dan pelepasan degradasi hutan karbon ke atmosfer, berkontribusi terhadap perubahan iklim.

4. Hutan Menstabilkan, mempertahankan dan memulihkan Produksi agrikultur.
Di seluruh daerah tropis, pohon diintegrasikan ke dalam sistem pertanian dalam berbagai cara, memberikan berbagai manfaat dalam hal memulihkan atau mempertahankan kesuburan tanah dan meningkatkan makanan produksi

5. Hutan menjaga rantai makanan dan keberlangsungan pertanian

Jika kita kembali mengingat rantai makanan pada pelajaran dasar biologi, kita menemukan bahwa hewan-hewan pada level rantai makanan tertinggi diisi oleh hewan-hewan yang bertempat habitat dihutan.

Sebagai contoh yaitu tikus, serangga yang menjadi hama pertanian paling sulit dikendalikan, dengan adanya hewan-hewan seperti ular, burung dll secara tidak langsung hutan sebagai tempat tinggal mereka melindungi para petani. Sebagai akibat apa yang kita lihat di pakistan 2020 yang diserang hama serangga adalah sebagai akibat rantai makanan yang terputus

6. Secara tidak langsung hutan membantu mengembangkan proses pertanian.
Kita tidak menyadari habitat bagi serangga-serangga tertentu seperti keluarga lebah yang membantu proses penyerbukan pada tanaman.

7. Hutan Menyumbang makanan secara langsung
Petani hutan didesa Banyu urip lombok barat-gerung

Menurut FAO, Hutan dan juga pepohonan di pertanian adalah sumber makanan langsung dan pendapatan tunai untuk lebih dari 1 miliar orang miskin di dunia, menyediakan makanan pokok dan makanan tambahan seperti buah-buahan, daun dan kacang yang bisa dimakan. Lebih dari 50 juta orang-orang di India saja bergantung langsung pada hutan untuk subsisten, sementara di Republik Demokratik Rakyat Laos, makanan liar adalah dikonsumsi oleh 80 persen dari populasi setiap hari.

8. Hutan dan pohon berkontribusi sebagai ketahanan pangan melalui kontribusi terhadap diet dan nutrisi.
Tumbuhan dan hewan yang ditemukan di hutan menjadi suplemen kaya nutrisi untuk rumah tangga pedesaan. Mereka menambahkan variasi untuk diet dan meningkatkan rasa dan kelezatan pada racikan makanan.

9. Hutan berkontribusi pada pakan ternak & jelajah
Banyak spesies pohon yang ditemukan di hutan berupa semak-semak dan rumpun tumbuhan bawah yang digunakan untuk pakan ternak dan juga sebagai jelajah. Diperkirakan 75 persen pohon itu spesies (7 000 hingga 10 000) Afrika tropis digunakan sebagai jelajah.
Kayu jelajah yaitu kayu yang digunakan sebagai bahan alat bantu seperti membuat bangunan dan lain-lain.
Tumbuhan atau Pohon makanan ternak berkontribusi dalam beberapa cara untuk keamanan gizi rumah tangga. Pertama, mereka membuat signifikan kontribusi terhadap produksi ternak domestik, yang pada gilirannya mempengaruhi pasokan susu dan daging. Kedua, pakan ternak berkontribusi untuk memelihara hewan ternak dan memproduksi pupuk kandang pupuk organik, sehingga meningkatkan produksi pertanian. Pakan pohon dan isi dapat terdiri dari daun, cabang kecil, biji, polong dan buah-buahan, yang semuanya melengkapi pakan lain dan yang dapat menjadi komponen penting dari diet ternak selama musim kemarau, menyediakan protein, mineral dan vitamin.

10. Hutan dan Pohon sebagi penyedia bahan bakar
Bahan bakar untuk memasak dan pengolahan makanan Kayu bakar adalah sumber energi utama untuk memasak dan makanan pemrosesan di sebagian besar negara berkembang. Pasokan kayu bakar dengan demikian secara tidak langsung mempengaruhi stabilitas, kualitas dan bahkan kuantitas makanan yang dikonsumsi. Berkurangnya pasokan kayu bakar banyak daerah pedesaan memiliki dampak yang semakin parah pada makanan keamanan dan nutrisi. Penelitian yang dilakukan di pedesaan Ghana, misalnya, telah menunjukkan proporsi rumah tangga anggaran yang dihabiskan untuk pembelian kayu bakar naik dari 1 per- sen menjadi lebih dari 15 persen dari total pengeluaran selama lima tahun.

FAO menjelaskan, pentingnya Meningkatkan oleh pihak terkait bagaimana menengahi kebutuhan masyarakat dan industri. Peneliti Bioversity International, Julius Tieguhong, sedang mengerjakan sistem pengelolaan tradisional makanan berbasis hutan melalui proyek yang disebut 'Beyond Timber: Menyatukan kebutuhan industri penebangan dengan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada hutan.

Jadi farmers sumber inti dari kegiatan bertani dan berternak adalah hutan, kita tidak bisa mengandalkan lahan terbuka denga memutus rantai penting dalam rangkaian siklus kehidupan dari hutan.

Jurnal Refrensi:
  • Indah Bangsawan dan Hariyatno Dwiprabowo.2012. Hutan Sebagai Penghasil Pangan Untuk Ketahanan Pangan Masyarakat: Studi Kasus di Kebupaten Sukabumi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan.
  • Eva Müller. Forests For Improved Nutrition and Food Security. Forestry Department Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Viale delle Terme di Caracalla 00153 Rome, Italy

Posting Komentar