10 Kebiasaan Musang yang Wajib Diketahui Sebelum Mulai Memelihara

Saat ini tren musang sedang naik, sangat mungkin dimasa yang akan datang akan mengalahkan populeritas kucing, selain karena harganya yang cikup mahal, manfaatnya dalam industri kopi luwak juga lebih menantang dipelihara karena berasal dari alam liar. Musang juga hewan yang mudah dijinakkan, seperti anjing musang merupakan hewan setia dan peka terhadap suasana hati majikannya.

Bagi anda yang ingin menjadikan musang sebagai peliharaan, maka seharusnya anda mengetahui kebiasaan alami musang sehingga anda dapat mudah membuatnya berhasil beradaptasi dalam memeliharanya.

Berikut fakta kebiasaan hidup musang yang wajib anda ketahui:

1. Musang aktif di malam hari (nocturnal) dan bersembunyi di siang hari. 

Dengan mengetahui sifat aktif musang dinalam hari ini, sehingga untuk memeliharanya dapat dikondisikan. Kebiasaan hidup hewan dimalam hari bukan hanya sekedar kebiasaan, tapi juga penyesuaian tubuh terhadap lingkungan, misalnya indranya yang terlalu silau terhadap cahaya matahari, pendengarannya yang terganggu dengan suara bising. Meskipun, banyak kita lihat para bisa berdamai dengan lingkungan manusia namun tentu itu bukanlah hal mudah bagi musang untuk merubah kemampuan hidup.

2. Musang adalah pemakan segala (omnivora). 
Sebagian besar musang mengkonsumsi buah dan biji-bijian, serta hewan hewan kecil. Kebiasaan makan ini memberi kita gambaran tentang pola asuh musang, untuk memberikan keseragaman pakan terhadap musang.

3. Musang bersifat arborel 
Arborel yaitu tinggal dari satu pohon ke pohon lainnya. Kebiasan musang ini merupakan kebiasaan umum bagi hewan pemakan biji dan buah, hidup memanjat ini juga merupakan pola hidup sehat bagi hewan untuk tetap menjaga keseimbangan tubuhnya.

4. Musang tidak menyukai keramaian
Dengan sifat alaminya yang hidup dimalam hari, itu juga penanda bahwa musang tidak menyukai keramian. Terutama, musang bari dengan lingkungan baru jika tidak menyukai suasana lingkungannya bisa saja musang akan mengalami stress. Banyak kejadian musang peliharaan memakan anaknya yang baru dilahirkan, karena merasa terganggu.

5. Musang suka di manja dan setia dengan pemiliknya
Jika musang sudah dapat dijinakkan, musang dapat menjadi hewan yang sangat setia kepada majikannya.

6. Musang dapat memahami suasana hati majikannya
Anjing seringkali disimbolkan sebagai hewan paling setia, peka terhadap majikannya. Namun ternyata, kemampuan tersebut juga dimiliki oleh musang, hal ini juga membantunya menjadi hewan yang suka dimanja dan setia karena mampu memahami perlakuan manikannya.

7. Musang Suka bermain dengan menggigit

Kebiasaan bermain hewan pada umumnya adalah dengan gigitan kecil pada sesamanya maka tak heran itu juga dilakukan kepada peniliknya

8. Musang sangat aktif dan agresif

Dengan cara hidup musang yang dapat dikatakan tertutup, itu juga memberikan gambaran lain sebagai bentuk perlindungan pada dirinya dari penangsa atau pemburu yang artinya tingkat kewaspadaan berupa keagresifan musang sangat tinggi.

9. Musang suka meninggalkan bekas makan

Musang mungkin mulai populer dari jenis luwak yang dimanfaatkan dalan industri kopi, dimana pola makannya dikatakan sebagai metabolisme tak sempurna, ia tidak mampu mencerna makanan dengan teskstur keras dan padat seperti biji buah. Dengan ketidak sepurnaan tersebut ia dimanfaatkan dalam produksi kopi luwak. Selain itu, kebiasaan makan musang ini memiliki manfaat dalam perseberan keanekaragaman hayati, para ahli percaya peran musang yang membawa buah dari suatu tempat ke tempat lain kemudian meninggalkan bijinya membantu persebaran tumbuh-tumbuhan.

10. Musang suka hidup di lingkungan luas
Sebenarnya, naluri hidup itu adalah kebebasan bergerak, saat gerak dibatasi maka kemungkinan mahluk hidup seperti musang akan strss dan depresi atau jikalaupun mampu beradaptasi bisa jadi ia kehilangan kemampuan lain sebagai spesies mahluk hidup, misalnya musang yang hidup dalam kandang semenjak kecil akan kehilangan kemampuannya untuk bisa memanjat poho tinggi.


** Foto dari komunitas musang indonesia 

Posting Komentar