Cara Menanam Padi Sistem Tabela dan Keuntungannya

Sistem Tabela adalah sistem penanam padi tanpa melalui pembibitan dimana bulir padi langsung ditanam permanen dan dapat dilakukan pada kondisi tanah kering basah atau berair. Sistem tabela juga dikenal dengan istilah gora oleh suku sasak atau sistem tanam langsung tanpa pembibitan. 


Sistem tabela ini berasal dari praktik pertanian kuno didataran tinggi atau dipegunungan, dimana pada awalnya orang-orang membudidayakan padi liar di hutan tanpa perlu melakukan semai atau pembibitan terlebih dahulu. Kemudian potensi sistem tabela ini dianggap dapat menjadi solusi yang dapat diapalikasikan disemua lahan pertananian, baik karena kemiringan lahan, proses cepat dan terutama adalah perubahan iklim yang menyebabkan kekurangan air.

Pada umumnya sistem pertanian yang banyak digunakan adalah melalui proses pembibitan, dimana benih padi disemai hingga 3 minggu dan akhirnya ditanam di lahan berair yang sudah diolah dengan baik. Namun dengan kondisi iklim/ cuaca yang tidak tentu kadang membuat sistem irigasipun tidak mencukupi metode pertanian tersebut, atau di dataran yang lebih tinggi dimana petani hanya mengandalkan air hujan dan terlebih lagi pertanian di lereng pegunungan yang tidak memungkinkan air dapat ditahan karena kondisi kemiringan tanah. Sehingga, sistem tabela dapat menjadi solusi.

Dari urain diatas maka tujuan dari menanam padi dengan sistem tabela yaitu:
  • Memaksimalkan lahan yang kekurangan air, lahan miring atau lahan yang tidak dapat menahan air yang tidak memungkinkan untuk menanam padi pada umumnya.
  • Proses cepat tanpa perlu melalui proses penyemaian

4 hal penting dalam menanam padi dengan sistem tabela, yaitu:
1. Pengolahan lahan
Hal paling penting dengan sistem ini adalah pengolahan lahan, karena padi akan ditanam secara langsung sehingga pikiran utama adalah menciptakan lahan yang mampu mensuffort bulir padi tumbuh dengan baik.

Kondisi tanah yang paling baik adalah sudah diratakan dan dihaluskan melalui pembajakan, sehingga ketika bulir padi tumbuh ia dapat mendongkrak tanah yang menutipinya.

Selain itu yang tidak kalah penting adalah membasmi rumput, pastikan dengan sistem ini rumput sudah dibasmi bersih. Alasannya, bulir padi akan mulai tumbuh bersama rumput bahkan mungkin pertumbuhan rumput bisa lebih cepat, berbeda ceritanya dengan sistem semai atau pembibitan dimana bibit dipindahkan ketika sudah tumbuh seukuran satu jengkal ke lahan yang sudah diolah, sehingga pertumbuhan padi akan memenangi persaingan awal. Ini sebenarnya menjadi masalah paling krusial sistem ini yaitu rumput, terlebih ketika akan melakukan pemupukan.

2. Benih padi unggul
Benih padi harus benar-benar berkualitas baik, karena ini adalah sistem satu langkah tanam benih, ketika benih tidak baik maka tidak akan tumbuh, jika diganti pada sisi yang tidak tumbuh maka padi tumbuh tidak merata. Jadi asumsi kita bahwa benih padi akan tumbuh dengan baik.

3. Hama
Setelah bulir padi di tanam maka selanjutnya adalah penjagaan dari hama diawal tanam, seperti ayam, prukutut, tikus, semut, yang memakan bulir padi. Seperti kasus kualitas benih diatas, jika bulir padi dimakan hama, maka sisi tersebut akan kosong.

4. Perawatan
Terkait dengan pengolahan lahan, setelah padi tumbuh biasanya rumputpun akan ikut tumbuh bersamanya. Nah ini perlu terus dibersihkan, jangan sampai pertumbuhan rumput lebih subur sehingga menutupi padi atau memenangi persaingan asupan nutrisi.

Adapun cara menanam padi sistem tabela berdasarkan prinsipnya, yaitu:
  • Siapkan lahan yang sudah diolah dengan baik
  • Siapkan benih yang berkualitas baik
  • buatlah lubang menggunakan kayu yang diruncingkan berjarak 1 jengkal berbaris rapi
  • Masukkan bulir padi 5-6 bulir dan
  • Tutup lubang dengan sedikit tanah hanya sampai bulir tidak terlihat, jangan dipadatkan.
Waktu penanaman
Jika alasannya adalah karean kondisi lahan maka penanaman sistem ini dapat dimulai di awal pergantian musim hujan, atau ketika hujan turun namun masih belum secara intens. Karena, sistem ini dapat dilakukan pada kondisi lahan kering basah. Tapi jika alasannya adalah kemudahan atau proses singkat maka dapat ditanam kapanpun anda siap selama musim hujan atau kondisi tanah basah hingga berair.

Berdasarkan perkembangannya sistem tabela dibagi menjadi dua yaitu sistem modern (otomatis) dan sistem tradisional (manual), namun pada prinsifnya adalah sama.

Sistem tabela modern
Sistem otomatis adalah sebuah sistem dimana penanaman dilakukan dengan menggunakan alat bantu, dimana sebuah alat disetting untuk menentukan jarak tanam serta jumlah bulir dalam satu tanam, sehingga ketika alat dijalankan bulir padi akan secara otomatis tertanam pada jarak yang yang diinginkan.

Sistem tabela tradisional
Sistem ini hingga sekarang masih digunakan oleh petani terutama untuk pertanian lahan gunung atau untuk petani didaerah2 terpencil yang belum memiliki alat modern. Dimana petani secara berkelompok, saling bantu atau sistem upah menanam bulir padi secara manual.

Kelebihan dan kekurangan sistem tabela, yaitu
  • Kelebihannya, memaksimalkan lahan yang kekurangan air, lahan miring dataran tinggi atau pegunungan dan dapat menanam start lebih awal tanpa menunggu air yang cukup banyak, Serta proses yang singkat.
  • Kekurangannya, pengolahan lahan yang intensif, kemungkinan pertumbuhan terganggu dan pertumbuhan rumput yang lebat.

Posting Komentar