Cara Memanfaatkan Limbah Tembakau sebagai Kompos dan Biopestisida

Tembakau adalah salah satu komoditi indonesia yang memiliki nilai ekonomi dan pasar yang besar, bahkan beberapa perusahaan besar yang dominan memiliki nilai brand tinggi berasal dari komoditi tembakau, Gudang garam, djarum dan sejenisnya.

Saat ini, daun tembakau memiliki nilai jual yang tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (2012) harga ideal tembakau adalah sekitar Rp 34.000,00 sampai Rp 120.000,00 per kilogram

Umumnya bagian tembakau yang digunakan adalah daunnya, sedangkan bagian lainnya hampir tidak digunakan dan menjadi limbah pertanian. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik kandungan-kandungan dalam tembakau mungkin jauh lebih mahal dari produk rokoknya.

Salah satu manfaat limbah tembakau adalah pestisida organik atau biopestisida yaitu pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun beberapa tanaman seperti gadung dan tembakau.

Baca: Jual tembakau lombok asli kualitas terbaik dari petani langsung

Tembakau dapat digunakan sebagai pestisida organik dikarenakan mengandung nikotin. Menurut penelitian Nikotin tidak hanya dapat berpengaruh untuk manusia tapi juga pada hewan secara umum dan bersifat racun. Nikotin berperan sebagai racun kontak bagi serangga dan juga pengendali jamur.

Dengan adanya pestisida organik, tentu saja memberikan beberapa manfaat bagi para petani. Selain ramah lingkungan, bahan baku yang relatif mudah untuk diperoleh merupakan salah satu keungulan yang dimiliki oleh pestisida organik. Pembuatannya juga cukup sederhana serta memiliki nilai yang ekonomis. Pestisida berbahan baku tembakau ini juga dapat dikembangkan secara komersial, mengingat berlimpahnya limbah dari hasil tembakau.

Komposisi utama kandungan senyawa Tembakau adalag Nikotin 0,9-8,0%, tergantung jenis tembakau. (Murdiyati, et al 1991)

Senyawa alkaloid seperti nikotin yang terdapat di akar, batang dan daun tembakau, bersifat racun, nikotin berwarna coklat apabila bersentuhan dengan udara. Sifatnya yang toksik ini membuat nikotin banyak dimanfaatkan sebagai insektisida. Nikotin dapat mempengaruhi sistem saraf pusat pada insekta, baik pada kadar rendah maupun tinggi (Hadikusumo, 2007).


Manfaat limbah tembakau berdasarkan hasil penelitian, yaitu: 
  • Rendaman batang tembakau dengan kandungan nikotin sebesar 0,02143% dapat digunakan untuk mengendalikan hama Plutella xylostella dan membunuh 66,67% Plutella xylostella dengan konsentrasi rendaman batang tembakau 50%. Prima (2016)
  • Penyemprotan 3 kali ekstrak daun tembakau dengan konsentasi 90% efektif untuk membunuh nyamuk Aedes sp. (Listiyati et al. 2012)
  • Ekstrak daun tembakau efektif digunakan sebagai insektisida untuk berbagai jenis serangga. Hadikusumo (2007) dan Susilowati (2006).
  • Ekstrak akar, batang dan daun tembakau berturut-turut dengan konsentrasi 12,5% dapat membunuh wereng coklat dengan kematian 93%, 73% dan 80% (Harlina., dkk. 2014).
  • Ekstrak batang tembakau dengan konsentrasi 0,5% merupakan konsentrasi yang efektif untuk membuhun ulat grayak dengan efisiensi 93-95% (Layalil muntazah, 2011).
  • Rendaman batang tembakau dengan konsentrasi 40% dapat membunuh ulat kubis (Denda, 2016).
  • Ekstrak daun tembakau memiliki aktivitas sebagai insektisida penggerek batang padi (Susilowati, 2006)
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak limbah tembakau pada konsentrasi 10,0% dalam air efektif menekan populasi Helopeltis sp (Soekadar, 2003).
  • Limbah tembakau dapat digunakan untuk Pembuatan biochair/arang (Indiarji, 2010)
  • Pembuatan pulp (Sumarta, 2015) 

Cara membuat Biopestisida dari Limbah Tembakau
  • Batang tembakau dipotong-potong menjadi kecil-kecil atau diblander
  • Kemudian ditambahkan air dan dibiarkan selama 24 jam. Sebelumnya di rekomendasikan menggunakan air hangat <60°c kelarutan yang baik bagi Nikotin
  • Setelah itu rendaman di saring
  • Air rendaman limbah Tembakau dapat diaplikasikan pada tanaman.
  • Dapat juga menggunakan pelarut organik (etanol) untuk dapat ekstrak murni
  • Setelah limbah tembakau dipotong kecil-kecil atau diblander
  • Dieringkan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air
  • Lalu rendam bahan dengan etanol selama 24 jam
  • Kemudian dipisahkan antara lapisan pelarut (etanol) dengan ekstrak

Cara aplikasi limbah tembakau untuk tanama seperti
  1. Disemprotkan dengan menggunakan hasil rendaman atau ekstraksi
  2. Ditaburkan dengan cara membuat bubuk limbah tembakau atau dicampurkan dengan bahan lain.

Debu Tembakau untuk Bahan Kompos
Berdasarkan informasi dari salah satu gudang pabrik rokok dalam satu hari dihasilkan debu tembakau sekitar 0.4 ton atau sekitar 150 ton pertahun.

Debu tembakau menjadi permasalahan bagi semua pabrik rokok karena menumpuk di gudang. Sampai saat ini debu tersebut belum dimanfaatkan. Padahal, debu tembakau mengandung unsur-unsur yang dapat digunakan sebagai kompos. Hanya, berdasarkan analisis menunjukkan C/N masih cukup tinggi yaitu 26. Oleh karena perlu dilakukan pengomposan debu tembakau sampai pada C/N yang rendah mendekati C/N tanah berkisar 10-12.

Menurut beberapa studi oleh (Supriyadi, 2003), (Palm dan Chivengea 2011), (Weil and Brady, 2017) salah satu bahan campuran yang pas untuk pengomposan limbah tembakau adalah Tithonia.

Cara membuat pupuk kompos dari debu tembakau dengan Berbagai komposisi:
  • Siapkan larutan aktivator yang digunakan EM-4 200 mL + Molase 200 mL yang dilarutkan dalam 40 L air untuk 100 Kg bahan.
  • Debu tembakau 50% + kapur 1.5% + kotoran sapi 41% + penggembur 2.5% + arang sekam 5%,
  • Debu tembakau 25% + biomassa Tithonia 25%+ kapur 1,5% + kotoran sapi 41% + penggembur 2,5% + arang sekam 5%,
  • Biomassa Tithonia 50% + kapur 1.5% + kotoran sapi 41% + penggembur 2.5% + arang sekam 5%. Pengamatan temperatur, setiap hari (pagi dan sore), pH seminggu sekali dan analisis hara makro dan mikro produk kompos.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan komposisi kompos debu tembakau dengan penambahan biomassa Tithonia dapat meningkatkan kadar hara P, Na, Ca, meningkatkan pH dan KTK serta menurunkan rasio C/N kompos disamping itu juga mempercepat proses pengomposan.


Refrensi:
Riana Sari. 2018. Efektifitas Rendaman Batang dan Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L, 1753) Terhadap Pengendalian Hama Kutu Daun. Yogyakart: UIN Sunan Kalijaga.

Roni Syaputra dan Subiyakto. 2017. Perbaikan Komposisi Limbah Debu Tembakau Sebagai Kompos. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat.

Posting Komentar