Keunggulan dan Kekurangan Padi Mekongga

Padi Mekongga adalah varietas padi unggul yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanaman Padi (BBTP) Sukamandi, Jawa Barat. Padi Mekongga diluncurkan pada tahun 2016 dan telah ditanam di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Keunggulan dan Kekurangan Padi Mekongga

Baca juga: Keunggulan dan Kekurangan Padi

Karakteristik Padi Mekongga

Benih Padi Mekongga
Rp125.000

Berikut adalah beberapa karakteristik padi Mekongga:

  • Potensi hasil 8-9 ton
  • Beras berwarna putih susu dengan tekstur yang pulen.
  • Tinggi tanaman mencapai 80-100 cm.
  • Umur panen padi Mekongga sekitar 110-120 hari.


Keunggulan padi mekongga

Varietas Padi Mekongga memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Tahan terhadap kekeringan: Padi Mekongga memiliki toleransi yang tinggi terhadap kekeringan. Hal ini penting untuk wilayah-wilayah yang sering mengalami kekeringan, seperti di Indonesia bagian timur.
  2. Tahan terhadap hama dan penyakit: Padi Mekongga memiliki toleransi yang tinggi terhadap berbagai hama dan penyakit, sehingga dapat mengurangi penggunaan pestisida.
  3. Produktif: Padi Mekongga memiliki potensi hasil yang cukup tinggi, yaitu mencapai 8-9 ton per hektar.


Kekurangan Padi Mekongga

Adapun kekurangan padi mekongga antara lain:

  1. Umur tanaman yang lebih panjang: Padi Mekongga memiliki umur tanaman yang lebih panjang daripada varietas padi lainnya, yaitu sekitar 110-120 hari. Hal ini dapat menjadi kekurangan jika terdapat kendala dalam budidaya, seperti serangan hama dan penyakit atau cuaca yang tidak menguntungkan.


Cara Budidaya Padi Mekongga

Padi Mekongga dapat ditanam di berbagai kondisi tanah, termasuk tanah kering, tanah sawah, dan tanah tadah hujan. Padi Mekongga juga dapat ditanam di berbagai ketinggian, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi.

  • Pemupukan: Padi Mekongga membutuhkan pemupukan yang cukup untuk mencapai hasil yang optimal.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Padi Mekongga memiliki toleransi yang tinggi terhadap hama dan penyakit, tetapi tetap perlu dilakukan pengendalian untuk mencegah kerugian.
  • Pemeliharaan: Padi Mekongga perlu dipelihara dengan baik, termasuk penyiraman, penyiangan, dan pengendalian gulma.

Penting* Hasil bisa berbeda-beda tergantung kondisi dan lingkungan, untuk tambahan informasi dalam artikel ini, mohon sertakan refrensi yang jelas. Keunggulan dan Kekurangan Padi Mekongga

Sumber Referensi

Balai Penelitian Tanaman Padi. (2016). Padi Mekongga. Sukamandi: BBTP Sukamandi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (2022). Padi Mekongga. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Kementerian Pertanian. (2023). Padi Mekongga. Jakarta: Kementerian Pertanian.


Posting Komentar untuk "Keunggulan dan Kekurangan Padi Mekongga"