Kelebihan dan Kekurangan Tanam Padi Sistem Tabela


Tanam padi sistem tabela merupakan salah satu teknologi pertanian yang telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Sistem tanam ini merupakan alternatif dari sistem tanam pindah yang telah lama diterapkan oleh petani di Indonesia. Kelebihan dan Kekurangan Tanam Padi Sistem Tabela

Sistem tanam tabela adalah sistem tanam padi yang dilakukan dengan cara menanam benih padi langsung di lahan sawah tanpa melalui persemaian terlebih dahulu. Benih padi yang digunakan untuk sistem tanam tabela adalah benih padi yang memiliki daya kecambah yang tinggi dan tahan terhadap penyakit.

Baca juga: Cara Membuat Alat Tanam Padi Sistem Tabela

Kelebihan Sistem Tanam Tabela


Sistem tanam tabela memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem tanam pindah, antara lain:

1. Memperpendek masa tanam

Sistem tabela tidak memerlukan persemaian, sehingga masa tanam dapat diperpendek hingga 10-15 hari dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan indeks pertanaman, yaitu jumlah panen yang diperoleh persatuan luas lahan dalam setahun.

2. Menghemat biaya produksi

Sistem tabela tidak memerlukan biaya untuk pembuatan persemaian, biaya pemindahan bibit, dan biaya tenaga kerja untuk memanen.

3. Meningkatkan produktivitas

Sistem tabela dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 10-20% dibandingkan dengan sistem tanam pindah. Hal ini karena tanaman padi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sejak awal pertumbuhan.

4. Mudah dilakukan

Sistem tabela relatif mudah dilakukan, bahkan oleh petani yang memiliki keterbatasan keterampilan.


Kekurangan Sistem Tanam Tabela

Sistem tanam tabela juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

1. Lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit

Tanaman padi yang ditanam langsung di lahan sawah lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama pada fase awal pertumbuhan.

2. Membutuhkan lahan yang lebih luas

Sistem tabela membutuhkan lahan yang lebih luas dibandingkan dengan sistem tanam pindah. Hal ini karena jarak tanam padi dalam sistem tabela lebih rapat.


3. Membutuhkan air yang lebih banyak

Sistem tabela membutuhkan air yang lebih banyak dibandingkan dengan sistem tanam pindah. Hal ini karena lahan sawah harus selalu tergenang air.


Studi Ilmiah

Sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Padi (Balit Padi) menunjukkan bahwa sistem tanam tabela dapat meningkatkan produktivitas padi hingga 10-20% dibandingkan dengan sistem tanam pindah. Studi tersebut dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa sistem tanam tabela dapat meningkatkan produktivitas padi karena beberapa faktor, antara lain:
  • Tanaman padi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sejak awal pertumbuhan
  • Sistem tanam tabela dapat menghemat biaya produksi
  • Sistem tanam tabela relatif mudah dilakukan


Referensi

Badan Litbang Pertanian. 2022. Pedoman Sistem Tanam Tabela. Jakarta: Badan Litbang Pertanian.

Balit Padi. 2021. Teknik Sistem Tanam Tabela. Sukamandi: Balit Padi.

Supriyadi, A., et al. 2020. Pengaruh Sistem Tanam Tabela terhadap Produksi Padi. Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan. 14(1): 7-12.

Posting Komentar untuk "Kelebihan dan Kekurangan Tanam Padi Sistem Tabela"