8 Jenis Tanaman Pala diindonesia, Manfaat dan Pasar Produksinya

Pala berasal dari asia tenggara,di Indonesia berasal dari kepulauan Banda dan Maluku kemudian menyebar ke pulau-pulau lainnya seperti pulau Jawa dan Sulawesi. Pala sulawesi manado bibitnya di datangkan dari Banda dan pala mulai menyebar kenegara negara lainnya seperti india barat dan granada setelah perang dunia II (Bachmid, 2008). Bisa diartikan bahwa pedagang membantu penyebaran pala didunia terlebih indonesia awalnya merupakan negara kolonial dan pala salah satu dari rempah-rempah yang di incar oleh negara penjajah.

Sekarang Pala sudah menyebar ke seluruh pulau di Indonesia, menurut direktorat jendral perkebunan (2010) daerah penghasil utama pala di Indonesia adalah Maluku, Papua, Sulawesi Utara, Nangroe Aceh Darusalam, Sumatera Barat, dan Jawa Barat.

Terdapat 8 jenis pala yang ditemukan di indonesia, yaitu: (Heyne, 1987)
  • Pala Patani (Myristica succedawa BL.)
  • Pala Bacan atau pala Hutan (M. speciosa Warb)
  • Pala Onin atau Gosoriwonin (M. schefferiWarb)
  • Pala Banda (M. fragrans Houtt)
  • Pala fuker/banda, laki-laki atau pala hutan dari ambon (M. fatua Houtt)
  • Pala Irian atau pala Papua (M. argantea Warb)
  • Pala Tertia (M. tingens BL)
  • Pala Burung atau pala Mandaya (Bacan) atau pala Anan dari ternate (M. sylfetris Houtt)

Catatan
Pala banda (M. fragrans Houtt) merupakan jenis utama yang berasal dari pulau banda, yang mendominasi jenis lain dalam segi mutu dan produktivitas.
Pala burung/mandaya (M. speciosa) yang berasal dari pulau Bacan merupakan Jenis pala yang tidak mempunyai nilai ekonomi.
Pala petani (M. succeanea, terdapat di pulau Halmahera, Jenis ini juga tidak memiliki nilai ekonomi

Pasar Produksi Pala
Pala yang merupakan tanaman rempahnasli indonesia dan tumbuh terbatas didunia sehingga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan berperan penting bagi perekonomian indonesia timut. Sebagai negara penghasil pala terbesar di dunia, Indonesia juga menjadi pemasok utama kebutuhan pala di dunia dengan pangsa pasar mencapai 60-75% kebutuhan dunia (Nurdjannah, 2007).

Pala memiliki dua komponen penting yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu biji pala dan fuli atau kembang pala yang menyelimuti biji. Kedua komponen pala ini menghasilkan minyak atsiri yang digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan industri seperti minuman, obat-obatan dan kosmetik (Bustaman, 2007).

Menurut BPS (2014) Indonesia menghasilkan pala sebesar 25,8 ribu ton pada tahun 2013 dengan luas total perkebunan mencapai 140 ribu ha. Produksi Pala Indonesia 99% merupakan hasil perkebunan rakyat yang diolah dengan cara penanganan yang masih tradisional dengan peralatan seadanya.

Harga pala di pasar didunia terus tumbuh seiring dengan semakin besarnya permintaan industri penggunaan pala sebagai bahan baku obat herbal, kosmetik dan produk-produk makanan dan harganya dapat mencapai US$16,000-21,000 per ton di pasar internasional.

Produktivitas rata-rata pala dunia dapat mencapai 451 kg/ha. Namun, Produktivitas pala Indonesia jauh di bawah rata-rata dunia yaitu sebesar 98,9 kg/ha faktor tanamn dan pengelolaan lahan yang kurang baik. Dibandingkan dengan produktivitas pala di Grenada penghasil pala kedua terbesar didunia dapat mencapai 275,4 kg/hektar

Pasar utama tujuan ekspor pala Indonesia (Urutan Volume Ekspor), yaitu: (BPS)
  • Vietnam
  • Amerika Serikat
  • Belanda
  • Jerman
  • Italia
  • India
  • Jepang
  • Malaysia
  • Prancis
  • Singapura dll

Daerah Lokasi penghasil/produksi utama pala Indonesia yaitu: (Ditjen Perkebunan)
  • Maluku Utara
  • Sulawesi Utara
  • Aceh
  • Maluku dan
  • Papua Barat. 

Posting Komentar