8 Cara Belah Umbi Porang untuk Perbanyakan Bibit Tanaman

Hi farmers kita masih membahas seputar porang, salah satu komoditas baru indonesia yang dapat menjadi unggulan dan solusi bagi petani dilahan kering. 

Saat ini harga benih atau bibit porang terbilang mahal, harga katak mencapai 150-200rb per kg sedangkan umbinya berkisar 8-15rb per kg. Untuk bertani porang kendala pertama adalah pengadaatmn bibit atau benih, porang dialam liar hampir tidakada atau jarang ditemukan apalagi saat ini dimana banyak orang memburunya.

Nah untuk mengatasi masalah pengadaan benih atau bibit porang, ada solusi yang dapat dicoba untuk perbahyakan tanaman dengan minimum biaya, daripada membeli katak porang atau bibit yang sangat mahal, lebih baik membeli umbi porang yang lebih murah, lalu kemudian umbi porang dibelah dipotong-potong lalu disemai, cara ini dapat menghasilkan tanaman baru.

Cara mudah dan murah perbanyakan tanaman porang 

Berdasarkan ujicoba oleh banyak petani porang, porang dapat diperbanyak dari satu umbi menjadi banyak tanaman dengan cara dibelah atau dipotong-potong, bahkan dari salah satu sumber 1kg umbi porang dapat dipecah menjadi 60-70 potong yang dapat dijadikan bakal tanaman baru.


8 Langkah Cara Perbanyakan Tanaman bibit porang dari belah umbi

1. Pemilihan umbi porang
Umbi porang yang dapat digunakan adalah umbi yang sudah melewati pase dorman atau masa tunggu sekitar 6 bulan
2. Perhatikan mata tunas umbi
Potongan Umbi yang memiliki peluang tumbuh adalah yang memiliki mata tunas, meskipun sebenarnya umbi porang memiliki bintik-bintik yang dapat berpotensi menjadi mata tunas.
3. Potong umbi porang
Cara memotong umbi porang yaitu Jika umbi porang kecil maka cukup membelahnya ke arah vertikal saja dengan membagi mata tunasnya, jika medium maka potong terlebih dahulu menjadi 2 bagian (herizontal) lalu kemudian setiap potongan dibelah-belah, begitupan jika ukurannya jumbo, dapat dipotong menjadi 3 atau 4 bagian lalu kemudian dibelah menjadi potongan lebih banyak.

Perlu diingat setiap potongan harus memiliki sisi yang ditutupi kulit porang yang diduga akan tumbuh tunas lewat sisi tersebut.

Ukuran potongan dapat menentukan performa pertumbuhan m, semakin besar ukuran potongan selain peluang tumbuh makin besar, pertumbuhan juga akan lebih cepat dengan hasil lebih baik.

Baca juga: Cara tanam porang menggunakan mulsa

4. Rendam dengan Fungisida
Setalah dipotong-dibelah, selanjutnya direndam dalam dalam larutan fungisida kurang lebih 30 menit. Fungsi fungisida adalah mencegah hama penggangu yang dapat menginveksi potongan umbi dari luka potongan yang dapat menyebabkan pembususkan atau gagal tumbuh.

5. Siapkan media semai
Media semai dapat menggunakan bahan tanah berpasir yang dicampur dengan skam bakar, selain sedikit memiliki ruang berpori juga dapat menjaga kelembaban media. 

6. Semai potongan umbi
Umbi porang diletakka berjejer lalu ditimbun dalam media, cukup sampai tertutup sempurna.

7. Perawatan
Jaga kelembaban media hingga potongan umbi tumbuh dan siap ditanam 

8. Penanaman dilahan terbuka
Jika bibit porang sudah berdaun, dapat dipindahkan kelahan terbuka sebagaimana mestinya


Kekurangan dari cara ini adalah proses yang lebih lama, mulai dari penyemaian yang kadang memiliki ririko gagal tumbuh. Selain itu tanaman dilahan terbuka tidak terlalu bagus dari segi pertumbuhan dan hasil. Sehingga cara ini memang berfokus pada perbanyakan tanaman, dan target hasil dimusim kedua, dimana dimusim pertama akan berfokus pada pembentukan umbi baru dan dimusim kedua dapat secara maksimal pada peningkatan bobot hasil umbi porang.

Salam sukses, silahkan tambahkan kritik, saran atau jika ada yang mau ditanyakan dikolom komentar dan semoga bermanfaat 🙏


Posting Komentar