6 Cara Tanam Porang Pakai Mulsa dari Pengolahan Lahan Hingga Panen

Plastik Mulsa adalah plastik yang digunakan untuk menutup permukaan tanah pada lahan budidaya yang terbuat dari bahan polietilen. Tujuan utama penggunaan mulsa adalah menjaga kualitas tanah. Manfaat mulsa yaitu;

Porang dengan plastik mulsa
(2 masa)
  • Menjaga kelembaban tanah dengan mengurangi panas matahari
  • Menjaga struktur tanah dari abrasi atau butiran hujan terutama pada pundukan lahan budidaya
  • Agar lahan tidak ditumbuhi gulma
  • Mudah mengatur jarak tanam
  • Agar tanaman tumbuh terkontrol
  • Kemungkinan umbi porang lebih besar
  • Melindungi tanaman dari hama
  • Tanaman tampak rapi dan menarik
  • Mudah dipanen
Cara penggunaan plastik mulsa tergantung jenis tanaman, begitu pula pada tanaman komoditas yang sedang tren saat ini yaitu porang. Sejatinya porang tumbuh bagus didataran tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan porang dapat dibudidayakan diladang sawah dengan pengolahan lahan yang baik, dan salah satu caranya adalah dipakaikan mulsa.

Cara menggunakan mulsa untuk tanaman porang

Dari banyak sumber, sebenarnya tidakada cara baku dalam budidaya porang, tujuannya adalah mendapat hasil terbaik, mengikuti cara orang lain belum tentu mensapat hasil terbaik begitu pula sebaliknya mencoba kreatifitas sendiri belum tentu hasilnya burul. Dari beberapa sumber berikut langkah-langkah cara menanam porang menggunakan kertas mulsa;

Baca juga: Cara Menanam Porang di Polybag sampai panen

1. Pengolahan lahan
Tidakada perbedaan khusus cara pengolahan lahan pada tanaman, mulai dari pupuk dasar organiknya. Bedanya adalah pada saat pembuatan pundukan penanaman, barus disesuaikan dengan lebar mulsa yang akan digunakan, karena mulsa harus menutupi full pundukan.

Jika kondiai tanah dilahan subur maka tinggi pembuatan pundukan untuk pemasangan mulsa tidak perlu terlalu tinggi, dengan alasan umbi porang bisa menembus tanah dengan baik. Namun jika kondisi tanah terlalu padat, nah ini yang menjadi keuntungan menggunakan mulsa, pundukan dapat dibuat lebih tinnggi dan fungsi mulsa adalah menjaga struktur pundukan seperti (bedengan/pot) atau bisa juga dengan ukuran standar 20-25cm.

2. Pemasangan mulsa

Mulsa dipasang disepanjang pundukan yang dibuat dengan kencang atau tidak boleh kendor. Mulsa yang biasa dipake oleh petani porang dengan lebar 80cm, untuk tinggi pemasangan dapat disesuaikan dengan kondisi tanah.

3. Pelubangan mulsa
Mulsa diberi lubang tanam, Penentuan lubang mulsa bisa distandarkan berdasarkan tujuannya. Untuk satu musim, dengan kuran diameter lubang 15 cm untuk benih katak dan 18cm untuk benih umbi. Jarak antara mulut lubang satu dengan yang lainnya sekitar 7-8cm. Atau sekitar 20-25cm dari tengah lubang kelubang lainnya.

4. Waktu penanaman

Salah satu manfaat lain dari mulsa adalah metangkan bahan kompos atau organik dalam olahan lahan, idealnya menurut banyak sumber, sebelum penanaman, lahan yang sudah dibungkus mulsa dibiarkan dulu selama 21-30 hari.

Baca juga: Tanam porang di lahan gambut


5. Penanaman
Penanaman bisa dari katak ataupun umbi, dapat melalaui penyemaian terlebih dahulu atau ditanam langsung. Tapi dengan ukuran lubang diatas 15-18 cm ini adalah standar untuk ukuran tanam langsung.

Jika melalui penyemaian maka, penyemaian harus dilakukan sejak awal sekali.

6. Perawaratan dan panen
Untuk perawatan hingga panen tidakada bedanya dengan penanaman seperti pada umumnya 6-8 bulan, keuntungan menggunakan mulsa adalah lebih mudah dalam pemananen karena umumnya tanahnya lebih gembur.

Pertanyaan terakhir adalah untuk mulsa ini berapa kali bisa dipake apakah bisa dipake berulang kali? Anda akan menemukan jawabannya jika sudah panen, apakah mulsanya masih layak dipakai atau tidak.

Jika ada yang mau ditambahkan silahkan 🙏


Posting Komentar