Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

4 metode penyemaian bibit padi sesuai kondisi

Baiklah kali ini farmer akan menjelaskan metode – metode yang boleh dicoba dalam penyemaiaan padi agar dapat memenuhi kebutuhan terkait target penanaman dengen mesiasati semua kendala yang mungkin dapat terjadi . Dalam penyemaian umunya ada dua hal yang harus diamati yang menjadi penentu keberhasilan yang ditargetkan. keberhasilan yang kami maksudkan adalah  target waktu benih siap di pindahkan kelahan serta benih tumbuh dengan sempura. dua hal yang menjadi pengamatan serius yaitu;

Pertama, Waktu yaitu waktu perkiraan benih dapat dipindahkan kelahan terbuka, disetiap wilayah memiliki kebutuhan- kebutuhan yang berbeda, misalnya didaerah yang jauh dari irigasi waktu yang ditargetkan benih siap dipindahkan kelahan menjadi hal yang sangat penting 

Kedua, kondisi yaitu keadaan cuaca, keadaan cuaca menjadi hal penting dalam pembenihan. padi merupakan jenis tanaman yang memerlukan banyak air, sehingga curah hujan yang tinggi tidak akan menggangu proses penyemaian bibit padi kecuali jika curah hujan yang menyebabkan banjir sehingga dapat menggerus membawa benih terbawa arus. pada kondisi lain jika cuaca yang tidak menentu dan kering maka hal itu dapat menghambat pertumbuhan . 



Dan kali ini kami akan menjelaskan metode penyemaian yang dapat dilakukan sesuai kondisi atau dengan metode media yang lebih praktis:

1. Penyemaian metode basah 
Penyamaian metode basah dapat dilakukan secara langsung pada kondisi atau keadaan tanah berair, biasanya dilakukan didaerah irigasi atau kondisi curah hujan tinggi. metode ini sebenarnya cukup mudah cukup dengan membuat para-para dengan ukuran yang disesuaikan dengan banyaknya benih padi. 

Hal – hal yang haris dilakukan pada metode ini ;


  • Di samping para-para penyemaian benih padi dibuatkan aliran air sehingga proses pembenihan tidak ditutup air yang mungkin tiba-tiba hujan dengan curah tinggi datang. hal ini juga memudahkan ketika benih hendak dicabut untuk dipindahkan kelahan.
  • Metode ini tidak diperlukan perendaman pada benih padi 
  • Dapat diberikan pupuk untuk mempercepat masa pemindahan kelahan 
  • Metode ini dapat ditutup, atau tidak ditup namun disesuaikan dengan kondisi. jika berada ditempat yang kemungkinan banyak burung menghinggap maka lebih baik ditutupi, namun penutupannya jangan menggunakan bahan yang bisa menekan benin pada kondisi basah yang dapat membuat penyemaian menjadi busuk





2. Penyemaian metode kering 
Penyemaian metode kering jenis ini adalah kebalikan dari metode basah seperti diatas , yaitu penyemaian yang dilakukan pada kondisi kering dengan alasan aliran irigasi yang jauh serta kondisi curah hujan yang tidak menentu atau rendah. Pada bagian ini hal yang sama dilakukan, yaitu;
  • Membuat para-para pembenihan 
  • Rendam benih satu malam 
  • Sebelum menabur benih buat diatas para-para yang sudah di buat sebuah lengkungaan kecil baris tempat meletakkan benih kemudian ditutup tanah . 
  • Tanah yang digunakan untuk tutup benih jangan berbentuk bongkahan 



3. Penyemaian metode kering dengan media praktis
Pada metode ini media yang digunakan adalah dari hal yang mudah seperti plastik dan dapat dilakukan pafa kondisi apapun dan dapat ditanam diteras rumah. Yang paling penting dari metode ini adalah perawatan.

Dengan media plastic sederhana Metode kering ini hany amembutuhkan plastic tipis yang kemudian diberikan tanah pertanian diatasnya setinggi 3-5 cm kemdian ditaburkan benih, dan selanjutnya dirawat.



4 . Persemaian padi system Dapog atau Tray
Pada metode system ini penyemaian dilakukan pada media penanaman dengn menggunakan alat bantu seperti rice transplanter.


Posting Komentar untuk "4 metode penyemaian bibit padi sesuai kondisi"