Daftar 100+ Tumbuhan Herbal dan Tumbuhan Peptisida

Penggunaan bahan-bahan alam sebagai bahan obat dan peptisida kini mulai dikembangkan, merupakan kesadaran yang baik pada pengembangan dan peelindungan terhadap kingkunga. Meskipun kita akan terus bergantung pada bahan sintesis kimia yang merupakan faktor kerusakan ekosistem setidaknya ada upaya untuk beralih menggunakan bahan-bahan alami, selain aman, bahan alami juga merupakan bahan praktis untuk menjaga kesehatan hasil tanaman dan menghemat biaya petawatan.

Menurut thamrin dkk (2002) lebih dari 100 tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan obat herbal dan juga peptisida ramah lingkungan, beikut daftarnya:

1. Akar kuning, Akarnya bermanfaat untuk Obat hepatitis
2. Andarasung, Daunnya bermanfaat untuk Penyubur rambut
3. Bagang, Umbinya bermanfaat untuk Berakibat gatal pada kulit
4. Bakung hias, Daunnya bermanfaat untuk umbi Bau menyengat
5. Bakung rawa, Daunnya bermanfaat untuk umbi Obat tidur
6. Balangkasua habang, Daunnya bermanfaat untuk Bahan kosmetik (pembersih kulit)
7. Balangkasua putih, Daunnya bermanfaat untuk Bahan kosmetik (pembersih kulit)
8. Bambu kuning, Rebungnya bermanfaat untuk Obat kanker
9. Bangkal, Daunnya bermanfaat untuk Bahan kosmetik (bedak)
10. Bangkinang Daun, akar, buah Rasa sepat
11. Bawang nyaring, Daunnya bermanfaat untuk Obat perut
12. Bawang nyaring kuning, Daunnya bermanfaat untuk Obat penyakit dalam
13. Binjai, Kulit batangnya Berakibat gatal pada kulit
14. Cambai, Daunnya bermanfaat untuk Obat sakit perut
15. Cawat hanoman, Akarnya bermanfaat untuk Bahan jamu (kebugaran)
16. Ciplokan, Buah dan daunnya bermanfaat untuk Obat hipertensi
17. Dadangkak, Daunnya bermanfaat untuk Berakibat gatal pada kulit
18. Dadap, Daunnya bermanfaat untuk Obat infeksi
19. Daun kancing, Daunnya bermanfaat untuk Obat sakit gigi
20. Gadung, Umbinya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
21. Gagali Daun, umbinya bermanfaat untuk Obat sakit perut
22. Gambir, Kulit/daunnya bermanfaat untuk Pengusir nyamuk
23. Gelam, Daunnya Berbau menyengat
24. Gulinggang, Daunnya bermanfaat untuk Obat kulit
25. Hambawang, Getahnya dapat membuat iritasi pada kulit
26. Hambin, buah Seluruh bagiannya bermanfaat untuk Obat ginjal
27. Jajangkit, Daun batangnya bermanfaat untuk Obat kulit (gatal)
28. Jalatang nyiru, Daunnya bermanfaat untuk Berakibat gatal pada kulit
29. Jalatang tulang, Daunnya bermanfaat untuk Berakibat gatal pada kulit
30. Jalukap, Daunnya bermanfaat untuk Obat kulit
31. Jambu hutan, Daun dan akarnya bermanfaat untuk Obat ginjal
32. Jengkol, Daunnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai rodentisida
33. Jeruk bali, Kulitnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
34. Jingah, Daunnya Berakibat gatal pada kulit
35. Kacang parang, Bijinya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
36. Kacang parang habang, Buahnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
37. Kecubung, Daunnya bermanfaat untuk Obat penyakit dalam
38. Kakamalan, Daunnya Berbau menyengat
39. Kakantutan, Daunnya bermanfaat untuk Obat sakit perut
40. Kalabuau, Daunnya bermanfaat untuk Berakibat iritasi kulit
41. Kalalayu, Daunnya Tidak terserang hama dapat dimanfaatlan sebagai bahan inseltisida
42. Kalampan, Buah Tidak terserang hama dapat dimanfaatkan sebagai insektisida
43. Kalangkala Daun, bijinya bermanfaat untuk Obat kulit
44. Kambang tatawa, Bonggolnya bermanfaat untuk Obat kanker payudara
45. Kambat, Daunnya Berbau menyengat
46. Kapuk, Batangnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai rodentisida
47. Karamunting jawa, Daunnya bermanfaat untuk Obat kulit
48. Karatau, Daunnya bermanfaat untuk Obat disentri
49. Kasumbawati, Daunnya bermanfaat untuk Obat hipertensi
50. Kayu halaban, Akarnya bermanfaat untuk Obat ginjal
51. Kayu ilatung, Daunnya Berbau menyengat
52. Kayu mahar, Daunnya Tidak terserang hama berpitensi sebagai insektisida
53. Kayu rahwana, Seluruh bagiannya bermanfaat untuk Bahan jamu (kebugaran)
54. Kayu rawali, Kulit batang Berbau wangi
55. Kayu sapat, Daunnya bermanfaat untuk Obat sakit perut
56. Kedondong, Daunnya Tidak diserang hama berpotensi sebagai pestisida
57. Keladi rawa, Daun dan umbinya Berakibat gatal pada kulit
58. Kembang pukul 4, Daunnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
59. Kemuning, Daun dan bunganya Berbau wangi
60. Kepayang, Seluruh bagian tanaman Digunakan sebagai insektisida
61. Kirinyu, Daunnya bermanfaat untuk Obat luka
62. Kujajing, biji Daunnya bermanfaat untuk buah Obat kanker
63. Kujajing laki, Daunnya bermanfaat untuk buah Obat kanker
64. Kumandrah, Daun/buahnya bermanfaat untuk Obat sakit perut
65. Kuranji, Daun, akar dan buahnya berasa sangat kecut
66. Kuringkit, Daunnya bermanfaat untuk Bahan kosmetik (bedak)
67. Lada, Daunnya bermanfaat untuk Bahan rempah
68. Lakum, Daunnya bermanfaat untuk Obat kulit (gatal)
69. Langgundi, Daunnya bermanfaat untuk Pengusir nyamuk
70. Lengkuas, Rimpangnya bermanfaat untuk Bahan jamu
71. Lua, Daunnya bermanfaat untuk Tidak terserang hama
72. Lukut, Daunnya bermanfaat untuk Tidak terserang hama
73. Mamali habang, Daunnya bermanfaat untuk Obat penenang
74. Mamali putih, Daunnya bermanfaat untuk Obat penenang
75. Manggis, Kulit buahnya bermanfaat untuk Obat hipertensi
76. Maritam, Kulitnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai rodentisida
77. Mata-mata, Buahnya bermanfaat untuk Kebugaran wanita
78. Maya, Seluruh bagian tanaman Berakibat gatal pada kulit
79. Mengkudu, Daunnya bermanfaat untuk Obat hipertensi
80. Mundar, Daun dan kulit batangnya Berakibat iritasi pada kulit
81. Panggang, Daunnya Tidak diserang hama berpotensi sebagai pestisida
82. Papulut, Daunnya bermanfaat untuk Obat batuk
83. Patah kajang, Daunnya bermanfaat untuk Obat nyamuk
84. Pati ulat, Daunnya bermanfaat untuk Pengawet ikan
85. Pepaya hutan, Daunnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
86. Perupuk, Daunnya bermanfaat untuk Atraktan penggerek batang padi
87. Pilantus, Daunnya Bau menyengat
88. Pinang habang, Akarnya bermanfaat untuk Obat ginjal
89. Pinang sindawar, Akarnya bermanfaat untuk Obat ginjal
90. Pohon mercon, Daun dan bunganya bermanfaat untuk Pengusir nyamuk
91. Purun tikus, Seluruh bagian tanaman bermanfaat untuk Atraktan bagi penggerek batang
92. Putat, Daunnya bermanfaat untuk Obat kulit (gatal)
93. Raja binalu, Seluruh bagian tanaman bermanfaat untuk Obat hipertensi
94. Rengas, Daunnya bermanfaat untuk Berakibat gatal pada kulit
95. Risi, Daun dan bunganya berasa gatal pada kulit
96. Rumbia habang, Daunnya bermanfaat untuk Obat sakit perut
97. Sambung nyawa, Daunnya bermanfaat untuk Obat penyakit dalam
98. Sangkuang, Semua bagian tanaman berasa sangat asam
99. Sapang, Kulit batangnya bermanfaat untuk Obat hipertensi
100. Sapang, Kulit dan daunnya bermanfaat untuk Obat hipertensi
101. Sarigading, Daunnya bermanfaat untuk Bahan jamu (kebugaran)
102. Sawangkak, Daunnya bermanfaat untuk Obat kanker
103. Simakau, Daunnya bermanfaat untuk Bahan kosmetik (bedak)
104. Simpur, Daunnya bermanfaat untuk Obat mata
105. Sintuk, Daunnya bermanfaat untuk Kebugaran tubuh
106. Sirsak, Daunnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
107. Sisik naga, Daunnya bermanfaat untuk Obat sakit gigi
108. Suli bulan Daunnya bermanfaat untuk Obat penyakit dalam
109. Sulitulang, Seluruh bagiannya bermanfaat untuk Obat sakit perut
110. Sulur, daging Daunnya bermanfaat untuk Obat luka
111. Sungkai, Daunnya bermanfaat untuk Bahan fermentasi
112. Tabat barito, Daunnya bermanfaat untuk Bahan jamu (kebugaran)
113. Tampurikak, Buahnya bermanfaat untuk Penyubur rambut
114. Tatasbihan habang, Daunnya bermanfaat untuk Bau menyengat
115. Tatintahan, Akarnya bermanfaat untuk Obat ginjal
116. Tatunjuk langit, Daunnya bermanfaat untuk Obat hipertensi
117. Tawar, Daunnya bermanfaat untuk Pengusir wereng hijau
118. Tembelekan, Daunnya bermanfaat untuk Obat ginjal
119. Timbaran, Kulitnya bermanfaat untuk Bahan pewarna
120. Timbarau, Daunnya bermanfaat untuk Obat kejang-kejang
121. Tuba, Akarnya bermanfaat untuk Digunakan sebagai insektisida
122. Usar, Akarnya bermanfaat untuk dan daun Bahan pewangi

Refrensi:
Asikin, S., dan M.Thamrin. 2002. Bahan tumbuhan sebagai pengendali hama ramah lingkungan. Disampaikan pada Seminar Nasional Lahan Kering dan Laban Rawa 18-19 Desember 2002. BPTP Kalimantan Selatan dan Balittra. Banjarbaru.

Posting Komentar