Manfaat Unsur Mikro Fe, Cl, Cu, Mn, B dan Zn untuk Tanaman

Manfaat Unsur Mikro Fe, Cl, Cu, Mn, B dan Zn untuk Tanaman. Unsur hara adalah nutrisi bagi tanaman untuk menjalankan proses kehiduapan sebagaimana mahluk hidup pada umumnya. Tanaman membutuhkan dua jenis unsur hara, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. 

Baca juga: Unsur Hara Makro N, P, K, S, Ca, Mg Manfaatnya bagi Tanaman

Unsur mikro adalah unsur hara tambahan atau unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil dan bervariasi tergantung jenis tanaman. Yang tergolong unsur hara mikro antara lain yaitu Klor (Cl), Zat besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Boron (B), Seng (Zn).

Alasan unsur mikro penting

Meskipun hanya diperlukan sedikit bagi tanaman, unsur mikro memiliki peranan yang nyata menentukan hasil tanaman. Setidaknya 3 alasan mengapa unsur hara mikro menjadi perhatian penting, yaitu:
  1. Menunjang varietas tanaman unggul dengan produksi tinggi
  2. Sedikitnya unsur hara mikro dalan pupuk unsur hara makro dan
  3. Tuntutan efisiensi hasil produksi pertanian

Manfaat dan fungsi unsur mikro

Berikut manfaat dan fungsi unsur hara mikro bagi tanaman, pengaruh beserta akibat dan ciri-ciri tanaman kekurangan unsur hara mikro

Manfaat Unsur Mikro Fe, Cl, Cu, Mn, B dan Zn untuk Tanaman

1. KLOR (Cl)

Kadar klor dalam tanah mengandung 2000-20.000 ppm dan kadar yang dibutuhkan tanaman berkisar 340-1200ppm. Klor dalam tanaman diserap dalan ion Cl-, mudah larut dan diserap tanaman, dalam kloroplas mengandung 10% dengan titik kritis <0,15 %.

Manfaat dan fungsi unsur Clor dalam tanaman, yaitu:

  1. Memperbaiki dan meningkatkan hasil kering tanaman seperti tembakau, kapas,  kentang dan  sayuran.
  2. Terlibat dalam beberapa proses metabolisme tanaman
  3. Mengatur tekanan osmosis cairan sel, mengatur membuka dan menutup stomata, gerakan air, dan zat-zat terlarut dalam sel tanaman
  4. Mengatur keseimbangan ion dalam penyerapan hara dan fotosintesis
  5. Penting dalam proses fotosintesis (kadarnya dalam kloroplas 10%)
  6. Ion Cl- dalam tanaman sangat mobil, mudah larut dan tercuci dari tubuh tanaman.

Akibat dan ciri-ciri Tanaman yang kekurangan Klor, yaitu:

  • Pemasakan buah berlangsung lambat tanaman menjadi kurang produktif
  • Titik kitis Cl bila kandungannya < 0,15%
  • Daun keriput, daun pucuk layu, klorosis, nekrosis, daun warna tembaga
  • Kelebihan Cl tanaman dapat keracunan (lebih sering terjadi dibandingkan kekurangan Cl) sering terjadi.
  • Kelebihan Cl, meningkatkan tekanan osmosis air , serapan terganggu sehingga tanaman layu.

2. BESI (Fe)

Besi atau fe salah satu unsur baik bagi tanaman yang dibutuhkan dalam ukuran mikro, diserap oleh tanaman dalam bentuk ion fero (Fe2+) atau feri (fe3+). Fe meeupakan unsur ke-4 penyusun terbesar yang tersedia dalam tanah, 0,7-55%, Fe yang dibutuhkan tanaman berkisar 50-75 ppm (standar kecukupan), bersipat tidak mobil/sukar terserap.

Manfaat dan fungsi Fe bagi tanaman, yaitu:

  1. Transport electron dalam proses metabolisme
  2. Penyusun protein, enzim dan berperan dalam perkembangan kloroplas untuk penyusun klorofil. Klorofil zat hijau daun berfungsi dalam proses pernapasan tanaman
  3. Telibat dalam perkembangan meristematik ujung akar

Akibat dan ciri-ciri tanaman yang kekurangan zat besi antara lain, yaitu:

  • Gejala kekurangan fe sering terjadi pada kondisi tanah dengan pH kebasaan.
  • Kurang mampu membangun klorofil sehingga warna menjadi kekuningan, terutama pada daun muda.
  • Penurunan kadar protein dan Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

3. MANGAN (Mn)

Mangan dalam tanah berkisar 300- 2000 ppm, bagi tanaman dibutuhkan cukup 10-15 ppm, diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn2+ dan sukar mobilasi/terserap tanaman.

Manfaat dan fungsi mangan (Mn) bagi tanaman, yaitu:

  1. Sebagai komponen memperlancar proses pembaharuan dalam pembentukan dan melancarkan kerja enzim.
  2. Penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase dalam sintesis protein dan karbohidrat.
  3. Sebagai activator sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, yang dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas, dan ada indikasi dibutuhkan dalam sintesis klorofil.
  4. Penghubung ATP kompleks fosfokinase, fosfotransferase, dan mengaktifkan IAA oksidase dalam fotosistem II,

Akibat dan ciri-citi tanaman yang kekurangan unsur Mangan (Mn), yaitu :

  • Pertumbuhan tanaman lambat, pertumbuhan akar terhambat dan tanaman menjadi kerdil
  • Daun berwarna merah kekuningan jika berlanjut menjadi berwarna putih.
  • Klorosis hanya terjadi pada bagian lembar daun tapi tidak pada bagian tulang daun, ketika gugur daun nampak bergerigi.
  • Kualitas biji yang dihasilkan tidak bagus, biji apabila ditanam kemungkinan sulit tumbuh.

4. TEMBAGA (Cu)

Cu dalam tanah berkisar 10-300 ppm, dan dibutuhkan oleh tanaman berkisar antara 5-20 ppm. Cu biasanya beroperasi pada daun,kloroplas yang siikat oleh enzim/jenis protein plastosianin.

Tembaga diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Cu2+ juga dalam bentuk senyawa komplek Cu-EDTA, Cu-DTPA.

Manfaat dan fungsi tembaga (Cu) bagi tanaman, yaitu:

  1. Komponen dan aktivator enzim enzim sitokrom-oksidase, askorbit-oksidase, asam butirat-fenolase, polifenol oksidase, diamin oksidase dan laktase yang berperan terhadap perkembangan tanaman generatif dan sintesis lignin (dinding sel).
  2. Menguatkan fisiologi dan ketahanan tanaman
  3. Transpor elektron, fotosintesis, respirasi, pembentukan ATP (berperan dalam proses fisologis & metabolisme sintesis protein, lemak, serapan hara secara aktif).

Akibat dan Ciri-ciri tanaman kekurangan unsur tembaga (Cu), yaitu:

  • Ujung daun tidak merata dan layu.
  • Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, terutama pada jenis tanaman jeruk dan tanaman sayur.
  • Tanaman kekuranga Cu mudah rebah dan mudah terserang hama & penyakit.
  • Kelebihan Cu dapat menjadi racun bagi tanaman.

5. SENG (Zn)

Seng dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, tanaman membutuhkan seng dallam kadar 20-70 ppm, diserap dalam bentuk ion Zn2+ atau Zn(OH-) pada kondisi alkalis/basa, tidak mudah termobilasi/diserap.

Manfaat dan fungsi seng (Zn) bagi tanaman, yaitu:

  1. Aktivator bebrapa jenis enzim pada tanaman seperti: anolase, aldolase, lesitimase, sistein desulfihidrase, dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase, peptidase, histidin deaminase, asam oksalat dekarboksilase dan super okside demutase (SOD).
  2. Biosintesis hormon auksin, pemanjangan sel dan ruas batang.

Akibat dan Ciri-ciri tanaman kekurangan unsur seng (Zn), yaitu:

  • Daun mengalami klorosis kekuningan, kemerahan, terutama pada daun tua.
  • Tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek.
  • Daun kecil dan mengumpul (resetting).

6. BORON (B)

Kandungan boron dalam tanah berkisar antara 1-270 ppm (mg/kg). Kandungan Boron yang dibutuhkan dalam tanaman monokotil 6 – 18 ppm dan dikotil beekisar 20 – 60 ppm (standar kecukupan). Boron diserap tanaman dalam bentuk H3BO3 dan tidak mudah diserap.

Manfaat dan fungsi unsur Boron (B) bagi tanaman, yaitu:

  1. Berperan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin dan modifikasi keseimbangan di dalam metabolisme fosfat ester.
  2. Berperan dalam pembelahan, pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas membran, serta perkecambahan serbuk sari.
  3. Memiliki peran dalam translokasi gula ke membran, serapan Ca dan mengangkut karbohidrat ke dalam tubuh tanaman.
  4. Mengatur kegiatan oksidasi oleh enzym polyphenolase
  5. Suport tanaman untuk tumbuh aktif
  6. Berperan dalam pembentukan dinding sel, pembelahan sel dan integritas membran sel.
  7. Penting pada pase vegetatif (perkecambahan) dan pada fase generatif (pembungaan, pembentukan tepung sari, dan buah).

Akibat dan ciri-ciri tanaman kekurangan unsur Boron (B), yaitu:

  • Kekurangan Boron jarang terjadi karena kebutuhan tanaman sedikit dibanding dengan ketersediaan di tanah.
  • Pertumbuhan pucuk terganggu, batang kaku dan pertumbuhan cabang lateral
  • Daun menjadi berwarna ungu, kuning, coklat, menebal, klorosis dan menghitam.
  • Buah, umbi dan akar berubah warna, berkarat coklat, mudah rontok dan pecah. Pada jagung menyebabkan tongkol tidak berbiji.
  • Tanaman buah dan sayur mudah busuk, buah kasar, pematangan tidak merata, dan buah keropos

7. Nikel (Ni)

Menurut laboratorium tanah, tanaman dan nutrisi & kantor penelitian dan pelayanan di Ichaca, New York, USA., Ni ditetapkan sebagai unsur esensial bagi tanaman. Kandungan nikel dalam tanah yaitu 2 - 750 ppm dan kandungan pada tanaman berkisar 0,02 – 5 ppm (Alloway, 1990).

Manfaat dan fungsi Nikel (Ni) untuk tanaman, yaitu:

  1. Membantu pembentukan enzim urease guna memecah urea mineralisasi N
  2. Membantu penyerapan Fe oleh tanaman
  3. Berperan dalam perkecambahan biji tanaman kekurangan Ni gagal membentuk biji

8. Natrium (Na)

Natrium dapat menjadi unsur Esensial bagi tanaman khususnya pada tanah berkadar garam tinggi.

Manfaat dan fungsi Natrium bagi tanaman, yaitu:

  1. Berperan dalam pergerakan air (tekanan osmosis) dan keseimbangan ion dlm tanaman
  2. Menjaga tekanan turgor sel & pertumbuhan tanaman (dalam vakuola)
  3. Dapat membantu dan mengganti fungsi kekurangan unsur K
  4. Beberapa jenis tanaman secara khusus memerlukan Na untuk pertumbuhan optimum, seperti seledri dan bayam

9.Silikon (Si)

Si merupakan unsur paling banyak kedua penyusun kerak bumi, kandungan Si ditanah sawah tersedia dari 203- 982 ppm. Kandungan silika pada tanaman biji-bijian dan rumputan 0,2 –2,0%, tanaman berdaun lebar 0,02 – 0,2%

Manfaat dan fungsi Nikel (Ni) untuk tanaman, yaitu:

  • Menjadi komponen penyusun dinding sel tanaman, lebih kuat dan tegar.
  • Sebagai ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit
  • Sebagai Ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan panas tinggi
  • Sebagai kontril untuk mencegah keracunan Fe dan Mn.

Demikian artikel tentang Manfaat Unsur Mikro Fe, Cl, Cu, Mn, B dan Zn untuk Tanaman. Semoga bermanfaat!

Refrensi:
Agroteknologi.uma.ac.id
Faperta.unri.ac.id
Litbang.pertanian.go.id
Pertanian.pontianakkota.go.id

Posting Komentar untuk "Manfaat Unsur Mikro Fe, Cl, Cu, Mn, B dan Zn untuk Tanaman"