Cara Membuat MOL Untuk Mengganti EM4 dalam Pembuatan POC

Cara Membuat MOL Untuk Mengganti EM4 dalam Pembuatan POC. Dalam membuat pupuk organik cair (POC) ada satu elemen penting yang dibutuhkan yaitu Bakteri activator atau Starter yang berfungsi mengolah atau mengurai bahan organik dalam sistem mikro, sehingga selain bahan organik tersebut menjadi kaya bakteri yang menguntungkan juga siap diaplikasikan pada tanaman. 

Bakteri aktivator ini biasanya bisa didapat di toko-toko pertanian dengan merk EM4 (Efektive Microorganisme-4) yang artinya dalam produk tersebut terdapat 4 jenis bakteri activator menguntungkan yang dapat digunakan untuk pembuatan Pupuk organik, cair ataupun kompos.

Nah ada cara alternatif membuat bakteri aktivator tanpa harus membeli EM4 yang tentunya mengeluarkan biaya bertani yaitu melalui pembuatan MOL (Microorganisme Local).

MOL atau mikroorganisme lokal adalah mikroorganisme dari bahan-bahan organik yang dikultur dengan cara sederhana tanpa secara selectif memperhatikan jenis mikroorganiame didalamnya, namun berada dalam kelompok yang berguna dan menguntungkan.

Bahan pembuatan MOL

MOL sebagai bahan dasar dari pupuk organic cair dengan mengumpulkan bahan dari sumber daya alam sekitar seperti buah maja, buah pisang, buah pepaya, air cucian beras, gula merah, air kelapa muda, urin sapi, kotoran sapi, keong mas dan air bersih. Semua bahan ini di campur sesuai kombinasi yang diinginkan untuk pembuatan MOL dengan tiga komponen utama, yaitu:
  1. Sumber karbohidrat: air cucian beras, nasi basi,
  2. Sumber glukosa: gula merah, gula pasir dan air kelapa,
  3. Sumber bakteri: keong mas, buah-buahan misalnya pisang, pepaya, dan urin sapi.

Cara Membuat MOL

Cara membuat MOL untuk pupuk organik tanaman, yaitu
  • Siapkan air cucian beras/nasi basi, gula dan bahan organik misal; urin sapi.
  • Larutkan gula dalam air dengan perba dingan 1 liter/5 sendok makan (gula pasir/gula merah)
  • Campurkan air cucian beras dengan Urin (air beras minimal 1/3 bagian, bisa lebih banyak)
  • Masukkan air gula dalam campuran bahan dengan perbandingan (1:3)
  • Masukkan dalam wadah dengan penutup berikan selang untuk pembuangan gas. Satu ujung selang didalam wadah campuran, satunya lagi dalam botol plastik berisi air, agar gas dalam campuran keluar tapi udara diluar tidak masuk.
  • Simpan selama kurang lebih 3 bulan

Hasil Pengujian MOL urin sapi

Hasil analisis pengujian statistik MOL urin sapi memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada beberapa parameter pengamatan pada tanaman padi. Pada parameter tinggi tanaman, bobot kering pupus, bobot kering akar, panjang akar dan produksi tanaman padi, dengan hasil sebagai berikut yaitu 86.62 cm sangat berbeda pada perlakuan MOL lainnya, bobot kering pupus terberat pada perlakuan MOL urin sapi yaitu 43.84 g.tanaman-1, bobot kering akar 8.52 g.tanaman-1, panjang akar terpanjang pada perlakuan MOL urin sapi yaitu 24.79 cm, dan produksi tertinggi 10.07 ton.ha-.

Dari hasil pengamatan studi tersebut jenis MOL yang memberikan produksi tertinggi adalah MOL urin sapi, dengan nilai tertinggi pada hampir semua komponen parameter pengamatan dan pemberian jenis MOL yang berbeda menunjukkan respon tanaman yang bervariasi.

Unsur hara unsur hara mikro dan makro yang dilengkapi dengan mikroorganisme lokal pengurai dan hormon yang dapat menyuburkan tanaman dalam MOL urin sapi dapat merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Sesuai dengan studi Maspary (2011), yang menyatakan bahwa pupuk organik cair (POC) dari MOL urin sapi mengandung nitrogen dan kalium yang tinggi. Nitrogen merupakan salah satu unsur pembentuk klorofil Yaitu pigmen yang dibutuhkan sebagai absorbsi cahaya matahari dalam proses fotosintesis. Meningkatnya N membuat klorofil juga meningkat, sehingga hasil fotosintesis yang diakumulasikan ke pertumbuhan tinggi tanaman juga meningkat.

Cara Aplikasi MOL pada tanaman

Apakah MOL bisa diaplikasikan langsung pada tanaman? Jawabannya adalah tentu bisa sebagaimana hasil uji diatas, karena menggunakan bahan-bahan oraganik (lokal) maka sebenarnya mol bisa disebut sebai pupuk organik cair. Bedanya adalah MOL adalah tahap awal mengumpulkan bakteri menguntungkan, sedangan proses pembuatan pupuk organik adalah proses pengaplikasian untuk mengurai lebih banyak bahan organik yang memiliki komposisi unsur hara tersendiri.

Kalo ditimang-timang untung ruginya, selain proses pembuatan MOL terbilang lebih lama, kenapa tidak kita jadikan MOL untuk membuat POC sekala yang lebih besar untuk mengurai berbagai jenis bahan organik dengan kandungan nutrisi hara yang baik bagi tanaman.

logikanya adalah anda membeli sebotol EM4 lalu anda gunakan untuk menyemprot tanaman secara langsung, Rugi.

Baca Juga: Perbedaan MOL, POC, EM, Bio enzim, Eco enzim, air lindi


Cara bijak aplikasi MOL

MOL dijadikan starter untuk membuat pupuk organik cair yang lebih banyak dengan menggunakan bahan organik yang lebih beragam dengan kandungan nutrisi yang bisa bermanfaat bagi tanaman.

Cara menggunakannya yaitu ambil MOL yang sudah dibuat larutkan dalam air 1:10 (tidak baku) lalu siramkan pada bahan kompos atau larutkan pada bahan pupuk cair organik POC (Ini contohnya).


Selain MOL dan EM4 apa saja yang bisa digunakan sebagai starter?

Anda bisa membuat berbagai jenis bahan pengurai lain berbasis bakteri conyohnya seperti bakteri asam laktat (cara membuatnya) yang biasa digunakan dalam proses fermentasi, nah ini masuk dalam bagian bakteri aktivator "selectif" atau bakteri potosintesis ( cara membuatnya), atau anda bisa menggunakan pupuk organik cair (POC) yang udah jadi atau yang anda miliki, tentu sudah tergandung bakteri yang menguntungkan (perbanyakan POC dari sedikit POC).

Demikian artikel Cara Membuat MOL Untuk Mengganti EM4 dalam Pembuatan POC. Semoga Bermanfaat 🙏


Posting Komentar